Yesus berkata, "Aku akan membangun gereja-Ku" (Matius 16:18 ).
Kata "gereja" muncul untuk pertama kalinya dalam Perjanjian Baru
dalam ayat ini. Betapa sangat menggembirakan melihat pernyataan Yesus di
sini bahwa DIA (dan HANYA DIA)
yang akan membangun gereja-Nya.
Pertama - tama , kita perlu mengerti kita perlu mengerti kedaulatan dan otoritas Kristus dalam membangun gereja-Nya.
Kisah Para Rasul 2, yang menggambarkan berdirinya gereja pada hari Pentakosta, menegaskan kedaulatan Tuhan ini dengan mengatakan bahwa " Tuhanlah menambahkanjumlah mereka hari demi hari orang yang diselamatkan" (Kisah Para Rasul 2:47 ).
Pernyataan pertama Yesus mengenai gereja merujuk pada gereja
menuyuruh.
Namun, ketika Dia berbicara tentang "gereja" untuk kedua kalinya,
Dia merujuk pada gerejalokal (dalamMatius 18:17).Tindakan disiplin yang
disebutkan di sana (
Matius 18:15-17
) hanya dapat dilaksanakan oleh gereja lokal. Di sini sekali lagi,
kita melihat otoritas Tuhan dinyatakan ketika Dia berada di tengah-tengah
gereja lokal yang anggota - anggotanya hidup dalam kesepakatan ,
(sebagaunaba terlihat dalam tiga ayat berikutnya -
Matius 18: 18-20
).
Sebuah gereja local hanya dapat menjadi perwujudan Tubuh Kristus
apabila Kristus diberi tempat untuk berada di tengah-tengahnya sebagai
Kepala gereja
.
Sadhu Sundar Singh menggambarkan hubungan antara gereja menyeluruh dan
gereja lokal sebagai berikut:
Air, yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup, ditemukan di sungai,
danau, dan sumur. Namun ketika seseorang ingin menghilangkan dahaganya, ia
membutuhkan secangkir untuk minum air ini. Cangkir ini adalah gambar
gereja local.
Gereja universal tersebar sepanjang waktu dan di berbagai bangsa, mulai
dari hari Pentakosta dan seterusnya sampai kedatangan Tuhan kita kembali.
Ini termasuk semua yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat dalam hidup
mereka. Tetapi Tuhan juga ingin setiap orang percaya menjadi anggota aktif
dari gereja lokal di mana ia dapat memenuhi fungsinya sebagai
bagian dari Tubuh Kristus.
Tuhan adalah Kepala gereja universal maupun gereja lokal. Tanggung jawab
utama untuk membangun gereja dan untuk memelihara gereja
adalah milik-Nya (Efesus 1:23,4:
13-15;Kolose 1:18).Dengan demikian, kita
dapat melihat bagaiman lima abad terakhir, Tuhan, melalui berbagai
hamba-Nya, telah memulihkan kebenaran kepada gereja, yang hadir dalam gereja
mula-mula, tetapi kemudian hilang , karena diabaikan.
Jika kita mempelajari sejarah gereja dengan seksama sejak abad ke-16 dan
seterusnya, kita melihat Tuhan memulihkan berbagai kebenaran kepada gereja,
seperti, pembenaran oleh iman, baptisan orang percaya, kekudusan, pemisahan
dari dunia, baptisan dalam Roh Kudus dan karunia Roh Kudus.
Pada awal abad ke-20, Tuhan membangkitkan gerakan Pentakosta untuk
menekankan pelayanan Roh Kudus dan karunia-karunia-Nya.
Dengan semua kebenaran mulia ini yang kini telah dipulihkan, dapatkah kita
mengatakan bahwa pemulihan seluruhkebenaran Tuhan
telah selesai? Banyak orang Kristen akan mengatakan "Ya".
Tetapi perhatikanlah
Ibrani 6:1-2
dengan saksama :
"Karena itu meninggalkan ajaran dasar tentang Kristus
dan beralih kepadake kesempurnaan, tanpa meletakkan lagidasar
pertobatan dari perbuatan mati dan iman kepada Tuhan, ajaran tentang
berbagai baptisan dan penumpangan tangan, kebangkitan orang mati, dan
penghakiman kekal".
Dalam dua ayat ini, kita melihat SEMUA kebenaran yang telah dipulihkan dan
yang terdapat di hampir semua gereja Injili dan Pentakosta kini:
Pertobatan, iman, baptisan air, baptisan Roh Kudus, (' baptisan'
disebutdalam bentuk jamak), kesembuhan (penumpangan tangan),
kedatangan Tuhan kita kembali, penghakiman terakhir dan pemberian upah.
Namun
Ibrani 6:1,2
menyatakan bahwa semua kebenaran ini hanyalah dasar. Lalu
bagaimana dengan bangunannya sendiri? Kebenaran apakah yang kita perlukan
melampaui semua hal ini, untuk membangun bagian utama dari bangunan tersebut
di atas dasarnya?
Mari kita melihat sebuah contoh dari Perjanjian Lama. Ketika bangsa Israel
kembali dari penawanan mereka di Babel, mereka hanya meletakkan dasar Bait
Tuhan yang baru . Kemudian, selama 16 tahun mereka tidak melakukan apa-apa
lagi.
Mereka mengabaikan pembangunan Bait Tuhan itu sendiri.
Pada saat itu, Tuhan membangkitkan dua orang nabi untuk berbicara kepada
mereka - Hagai dan Zakharia. Hagai adalah seorang yang lebih tua, sedangkan
Zakharia lebih muda. Namun keduanya menyampaikan pesan yang sama kepada
bangsa Israel:
"Sampai kapan lagi kalian akan mengabaikan pembangunan bait suci?"
Akhirnya, bangs aitu menanggapi tantangan dari pesan-pesan nubuat tersebut
dan menyelesaikan pembangunan bait Tuhan .
Ketika gereja-gereja Injili dan Pentakosta berbangga dengan "Pernyataan
Iman" mereka perlu menyadari bahwa mereka baru meletakkan dasar saja .
Mereka seperti bangsa Israel yang meletakkan dasar, tetapi tidak
menyelesaikan Pembangunan utama Bait Tuhan diatas dasar tersebut.
Apa yang di maksud dengan bangunan diatas dasr itu ? Jawabannya dapat kita
lihat dalam
Ibrani 6:1
itu sendiri: "Marilah kita terus maju menujukedewasaan
(kesempurnaan) ".
Terus maju menuju kedewasaan (dan kesempurnaan) di dalam Kristus - itulah yang merupakan bangunan utama gereja di atas dasarnya ( superstructure).
Tidak seorang pun dapat melihat dasar dari sebuah bangunan .Yang menarik perhatian orang Adalah bangunan yang berdiri di atas dasar tersebut.
Apa yang dilihat oleh orang-orang di dunia dalam diri kita sebagainorang Kristen? Mereka tidak tertarik pada ajaran-ajaran dasar kita. Mereka tidak mempersoalkan apakah kita dibaptis ketika masih bayi atau setelah dewasa; ataupun apakah kita percaya bahwa baptisan dalam Roh Kudus terjadi pada saat kelahiran baru atau sebagai pengalaman kedua. Yang diperhatikan oleh dunia adalah kehidupan kita sehari-hari.
Ketika Mahatma Gandhi pernah ditanya mengapa dia menolak Kekristenan, ia
menjawab, "Saya tidak menolak Kristus. Hanya saja
banyak dari kalian yang mengaku sebagai orang Kristen yang sangat tidak
mencerminkan Kristus kalian"
Dunia di sekitar kita sedang menantikan untuk melihat
orang-orang Kristen
seperti yang serupa dengan Kristus - dan itulah bangunan utama
Bait Tuhan yang berdiri di atas dasarnya!
Dunia tidak tertarik pada pernyataan - pernyataan pengajran kita yang
terperinci mengenai keselamatan, baptisan air dan baptisan Roh Kudus dan
sebagainya. Mereka tidak mempedulikan dasar ini , karena mereka tidak dapat
melihatnya. Namun ,ketika hidup kita menjadi 'serupai dengan Kristus',
dunia akan memperhatikan kita . Menjadi serupa dengan Kristus juga
merupakan
tujuan Tuhan
bagi kita juga. Inilah yang Dia menetapkan kita sejak semula (sebagaimana
yang kita lihat dalam
Roma 8:29
).
Rasul Paulus sangat rindu membangun bangunan utama ini dalam kehidupnya
sendiri, setelah dia meletakkan dasarnya. Satu-satunya kerinduanya sampai
akhir hidupnya adalah adalah
"mengenal Kristus dan untuk menjadi serupa dengan kematian-Nya dan
dengan demikian berlari menuju
tujuan- panggilan Tuhan yang mulia di dalam
Kristus Yesusyaitu menjadi serupa dengan Kristus)" (Filipi 3: 10-14 ). Paulus berkata
bahwa inilah SATU hal yang ia kejar
(ayat 13).
Namun, sebagain besar orang percaya masa kini tidak memiliki
kerinduan yang begitu mendalam seperti yang dimiliki Paulus, yaitu untuk
memikul salib dan mengikuti Yesus agar menjadi serupa dengan-Nya. Mereka
tidak menyadari bahwa " seorang muridharus menjadi
seperti gurunya" (Matius 10:25).Mereka tidak sungguh -
sungguh memperhatikan pentingnya menjadi serupa dengan Kristus.
Sebaliknya, mereka menghabiskan hidup mereka dengan memperdebatkan hal-hal
kecil mengenai pengajaran I dan terus - menerus meletakkan dasar yang sama,
minggu demi minggu ! Kapankah mereka akan mulai membangun bangunan utama di
atas dasar itu ?
Dalam situasi seperti ini, yang sangat dibutuhkan adalah pelayanan kenabian
seperti pelayanan Hagaidan Zakhariasekali lagi.
Tetapi siapakah yang bersedia menjalankan pelayanan kenabian seperti itu pada masa kini? Ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar untuk menjalankan pelayanan tersebut.
Lihatlah apa yang harus dialami oleh Nabi Zakharia karena pendiriannya bag Tuhan. Melalui pelayanan kenabiannya yang penuh kuasa, ia berusaha membuka pengertian umat Tuhan tentang pentingnya membangun bangunan utama Bait Allah di atas dasarnya. Ia tidak mencari kehormatan ataupun persetujuan dari manusia.
Namun, hidupnya berakhir secara tragis. Orang-orang menjadi marah kepadanya dan membunuhnya (Matius 23:35).
Pada masa kini, karena orang-orang percaya takut terhadap hukum negara,
mereka tidak membunuh nabi-nabi seperti Zakharia. Mereka hanya "menyerang
mereka dengan lidah mereka"
(Yeremia
18:18).
Jika kita melihat dunia KeKristen pada masa kini,
dengan pikiran yang terbuka dan tanpa rprasangka
, kita akan menemukan bahwa Tuhan sungguh telah menjawab kebutuhan zaman
ini, dengan membangkitkan pelayanan kenabian seperti 'Zakharia',
yang terus-menerus menantang umat Tuhan
"terus maju menuju kesempurnaan dan menjadi serupa dengan gambar
Kristus".
Tuhan menghendaki umat-Nya sekarang untuk membangun bangunan utama
gereja-Nya, dengan memperhatikan pesan nubuat ini, daripada terus - menerus
meletakkan dasar yang sama. Mereka yang bertekad untuk membangun Bait
Tuhan pada masa kini akan mendapati bahwa musuh bangkjt dengan dahsyat
untukj melawan meraka. Tetapi
"ketika musuh datang seperti banjir, Roh Tuhan akan membuatnya melarikan
diri" (
Yesaya
59:19) ).
Kita dapat melihat latar belakang sejarah pelayanan keabuab Zakharia dalam
kitab Ezra dan Nehemia. Dalam kitab - kitab tersebut kita
melihat penjelasan secara terperinci mengenai berbagai siasat musuh yang
berusaha menghalangi pembanguan Bail Tuhan dan tembok Yerusalem.
Nehemia menceritakan tujuh cara yang digunakan oleh musuh-musuhnya mencoba untuk berusaha menghalangi perkerjaanya :
1. Mereka sangat tidak senang (Nehemia 2:10 )
2. Mereka mengejek dan menghina para pekerja (2:19,4:3
)
3. Mereka sangat geram dan sangat marah (4:1
)
4. Mereka bersekongkol untuk berperang dan menimbulkan kekacauan (4:8
)
5. Mereka mengundangnya ke sebuah pertemuan dengan maksud untuk
mecelakakannya (6:2
)
6. Mereka mencoba menakut-nakutinya dengan ancaman
(6:7
,17,18)
7. Mereka menempatkan orang-orang mereka di dalam kelompoknya untuk
berusaha menakut-nakutinya
(6:10-12
).
Namun , pekerjaan Tuhan terus berjalan dan akhirnya selesai . Bahkan pada
akhirnya musuh-musuhnya
"mengakui bahwa pekerjaan itu telah diselesaikan dengan pertolongan
Tuhan" (
Nehemia
6:16 ).
Pada zaman para rasul pun, musuh menentang pekerjaan Tuhan dengan cara -cara
yang sangat serupa. Namun demikian , pekerjaanTuhan "tanpa hambatan"
(KisahPara Rasul28:31 ).
Pekerjaan Tuhan didalam gereja pada masa kini juga menghadapi perlawan dengan cara - cara yang serupa. Namun perkerjaan itu tetap harus berjlan tanpa hambatan, karena Tuhan kita telah berkata, "Aku AKAN membangun gereja-Ku". Dan tidak seorang pun bisa menghentikan-Nya untuk melakukannya.
Hak Cipta - Joji Samuel. Tidak ada perubahan apa pun yang boleh dilakukan pada isi artikel tanpa izin tertulis dari penulis.